Segala kisah indah selalu punya awal yang sederhana. Bagi Bijak dan Berlian, semuanya bermula di sebuah ruang kecil penuh canda tawa dan klik kamera—organisasi fotografi kampus, Himafo, pada tahun 2016.
Waktu itu, mereka hanya dua nama yang saling menyapa di sela-sela rapat dan sesi pemotretan. Bijak, dengan gayanya yang kalem dan suka mengamati, sering memperhatikan Berlian dari jauh—gadis ceria yang selalu membawa energi ke manapun ia pergi. Tapi saat itu, mereka belum dekat. Dunia mereka masih berjalan di jalur masing-masing.
Hingga akhir tahun 2017, ketika proyek dokumentasi besar-besaran mempertemukan mereka dalam tim yang sama. Dari sekadar berdiskusi foto dan konsep, perlahan-lahan perbincangan mereka meluas ke hal-hal yang lebih personal—tentang musik, mimpi, bahkan ketakutan yang tak pernah diungkap ke banyak orang. Mereka mulai merasa nyaman satu sama lain. Dari nyaman tumbuh rasa, dan dari rasa tumbuh keyakinan.
Pada Maret 2018, mereka akhirnya memutuskan untuk melangkah bersama. Hari itu bukan tentang janji manis, tapi tentang keberanian dua hati yang siap belajar, saling menerima, dan tumbuh bersama.
Namun, cinta bukan selalu tentang senyum dan pelukan. Dalam tujuh tahun perjalanan, Bijak dan Berlian melewati dinamika emosi yang tidak ringan. Ada pertengkaran yang membuat mereka diam selama berhari-hari. Ada jarak yang sempat membuat mereka mempertanyakan arah. Tapi di setiap perbedaan, selalu ada ruang untuk kembali. Di setiap ego, selalu ada usaha untuk saling memahami.
Cinta mereka bukan cinta yang instan. Cinta itu dibentuk oleh waktu, diuji oleh keadaan, dan dikuatkan oleh komitmen. Hingga pada Februari 2025, Bijak datang dengan langkah pasti—melamar Berlian, bukan hanya untuk menjadi kekasihnya, tapi untuk menjadi teman hidupnya selamanya.
Kini, mereka sedang bersiap menyatukan kisah mereka dalam sebuah ikatan suci. Pada Juni 2025, Bijak dan Berlian akan mengikat janji di hadapan Tuhan dan orang-orang tercinta. Bukan sebagai dua insan yang berkenalan di Himafo, tapi sebagai dua hati yang pernah bertumbuh, belajar, dan memilih untuk saling menjaga, selamanya.
Berlian Yulia Haryani
Putri dari Bapak Suharyo (Alm) & Ibu Mursini
Bijak Akbar Sukmawan
Putra dari Bapak Masyhuri & Ibu Umu Salamah
“Dan di antara tanda – tanda kebesaran-Nya ialah Dia menciptakan pasangan – pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang denmikian itu benar – benar terdapat tanda – tanda bagi kaum yang berfikir.”
“Dan di antara tanda – tanda kebesaran-Nya ialah Dia menciptakan pasangan – pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang denmikian itu benar – benar terdapat tanda – tanda bagi kaum yang berfikir.”
Mungkin karena jarak, waktu ataupun situasi yang menahan untuk ikut hadir dalam momen bahagia kami, silahkan klik tombol dibawah untuk mengirimkan Kado / Hadiah.